Musim hujan sering menjadi titik kritis bagi pembudidaya ikan mas. Perubahan suhu ekstrem, air limpasan yang membawa lumpur dan polutan, serta fluktuasi pH bisa memicu stres, serangan penyakit, hingga kematian massal dalam hitungan hari. Padahal, panen tetap harus berjalan. Berikut langkah konkret menjaga ikan mas tetap hidup dan tumbuh optimal saat curah hujan tinggi.

Kelola Kualitas Air Sebelum Masalah Muncul

Air hujan yang masuk ke kolam cenderung bersifat asam dan membawa partikel tanah. Lakukan pengukuran setiap pagi dan sore selama musim hujan.

  • Pertahankan pH 6,8–8,0. Jika turun di bawah 6,5, tebar 10–15 g kapur dolomit per meter persegi kolam secara merata.
  • Jaga suhu ideal 25–30°C. Kedalaman kolam minimal 120 cm membantu stabilisasi suhu di dasar.
  • Pasang peneduh dari paranet 50–60% di sebagian permukaan kolam untuk meredam lonjakan suhu siang hari.
  • Cek kecerahan air. Jika kurang dari 20 cm akibat lumpur, lakukan pergantian air 20–30% secara bertahap, jangan sekaligus.

Atur Pakan dan Suplemen dengan Tepat

Nafsu makan ikan mas menurun saat suhu turun dan air keruh. Jangan memaksa memberi pakan dalam jumlah normal karena sisa pakan akan membusuk dan menurunkan oksigen.

  • Kurangi pakan menjadi 2–3% dari bobot biomassa per hari, dari biasanya 4–5%.
  • Berikan pakan 2–3 kali sehari pada pukul 07.00, 12.00, dan 16.00. Hentikan pemberian jika ikan tidak naik ke permukaan dalam 10 menit.
  • Campur pakan dengan suplemen imunostimulan, misalnya 2–3 g vitamin C per kg pakan, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Tambahkan probiotik (Lactobacillus sp.) dosis 5 ml per meter kubik air setiap 3 hari untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen.

Antisipasi Serangan Penyakit dan Oksigen Rendah

Hujan berkepanjangan memicu munculnya penyakit seperti aeromonas dan saprolegnia (jamur kapas). Oksigen terlarut juga rawan turun di bawah 3 mg/L pada malam hari.

  • Nyalakan aerator atau kincir air 24 jam, terutama pukul 22.00–05.00 saat oksigen terendah.
  • Lakukan pengecekan benang sari atau lendir berlebih pada insang. Jika ikan menggantung di permukaan, segera tambah aerasi dan hentikan pakan.
  • Untuk pencegahan jamur, rendam ikan yang terluka dalam larutan garam 5 g/L selama 10–15 menit, lalu lepaskan kembali.
  • Kurangi padat tebar hingga 20% dari normal (misalnya dari 10 ekor/m² menjadi 8 ekor/m²) untuk meminimalkan kompetisi oksigen.

Jaga Pematang dan Saluran Drainase

Kebocoran pematang adalah penyebab kematian massal yang sering terabaikan. Periksa pematang setiap dua hari, terutama setelah hujan deras.

  • Tinggikan pematang minimal 30 cm di atas permukaan air maksimal.
  • Buat saluran drainase keliling dengan kemiringan 2% agar air berlebih cepat keluar tanpa mengikis tanah.
  • Tutup saluran inlet dengan saringan 1 mm untuk mencegah masuknya ikan liar dan telur predator.

Kunci menjaga ikan mas saat musim hujan adalah pengendalian air, pakan, dan oksigen secara disiplin. Dengan pengecekan rutin dan penyesuaian dosis yang tepat, risiko kematian dapat ditekan hingga di bawah 10%, dan ikan mas tetap sehat sampai cuaca membaik.