Banyak pemula terjun ke budidaya ikan mas dengan modal nekat dan informasi sepotong-sepotong. Padahal, ikan mas (Cyprinus carpio) tergolong toleran, tetapi tetap punya titik kritis yang tidak bisa ditawar, terutama saat pemijahan dan pendederan. Kesalahan kecil di awal siklus sering berujung pada kematian massal atau pertumbuhan yang lambat.

1. Memijahkan Induk Tanpa Seleksi dan Persiapan Kolam

Kesalahan paling sering adalah memakai induk asal-asalan. Induk betina siap pijah minimal berumur 1,5–2 tahun dengan bobot 1,5–2 kg, sedangkan jantan 1–1,5 kg. Cirinya: perut betina membuncit dan lubang genital memerah, jantan mengeluarkan cairan putih saat perut diurut ke arah anus.

Kolam pemijahan sebaiknya berupa tanah atau beton berukuran 2x3 meter dengan kedalaman 60–80 cm. Keringkan 3–5 hari, taburkan kapur pertanian 100–200 g/m², lalu isi air dan biarkan 2–3 hari. Pasang kakaban (ijuk) sebagai substrat telur. Rasio jantan dan betina 1:1 atau 2:1, padat tebar 1 ekor per 2 m². Telur menetas 2–3 hari pada suhu 25–28°C.

2. Lalai Menebar Larva di Pendederan

Setelah menetas, larva berumur 2–3 hari masih mengandalkan kuning telur. Banyak pemula langsung menebar larva ke kolam besar tanpa pakan alami, sehingga terjadi kanibalisme dan kematian tinggi. Lakukan pendederan bertahap:

  • Pendederan I: larva umur 3–5 hari, padat 100–150 ekor/m², pakan kuning telur rebus atau artemia selama 7–10 hari.
  • Pendederan II: benih 2–3 cm, padat 30–50 ekor/m², pakan tepung halus (dedak + bungkil kedelai 3:1) 2–3 kali sehari.
  • Pendederan III: benih 5–8 cm, padat 10–20 ekor/m², hingga siap pembesaran.

Pastikan air tidak keruh berlebihan dan suhu stabil. Ganti air 20–30% setiap 3 hari.

3. Salah Kaprah Soal Pakan dan Pembesaran

Di kolam pembesaran, banyak yang menganggap ikan mas cukup makan dedak. Padahal kebutuhan protein minimal 25–30%. Gunakan pakan komersial pelet apung dengan rasio konversi pakan (FCR) 1,5–2. Beri pakan 3–5% dari bobot biomassa per hari, dibagi 2–3 kali pemberian. Contoh: 100 kg ikan butuh 3–5 kg pakan per hari.

Kelalaian lain adalah tidak mengukur kualitas air. Ikan mas ideal pada pH 6,5–8,5 dan oksigen terlarut >3 mg/L. Jangan menebar lebih dari 5 ekor/m² di kolam pembesaran tanpa aerasi. Lakukan pengapuran dan pemupukan susulan setiap 2 minggu dengan dosis 50 kg/ha.

Kesimpulannya, kegagalan pemula umumnya bukan karena ikan mas sulit dipelihara, tetapi karena fase pemijahan, pendederan, dan pemberian pakan dikerjakan tanpa perhitungan. Mulailah dari induk yang benar, air yang siap, kepadatan yang tepat, dan pakan bernutrisi. Dengan begitu, target panen 1–2 kg per ekor dalam 4–6 bulan bisa dicapai tanpa kerugian besar.