Pemijahan ikan mas (Cyprinus carpio) bukan perkara sulit jika kebutuhan dasar induk dipenuhi dengan benar. Kunci utamanya ada pada kematangan gonad, kualitas air, dan teknik rangsangan hormon yang tepat. Panduan ini merangkum langkah konkret dari seleksi induk hingga larva siap tebar.

Seleksi dan Persiapan Induk

Pilih induk betina berumur 1,5–2 tahun dengan bobot 1,5–2,5 kg, perut membesar simetris, dan lubang genital kemerahan. Induk jantan berumur 1–1,5 tahun, bobot 0,8–1,5 kg, bila perut diurut ke arah genital akan keluar cairan putih kental (sperma). Rasio jantan dan betina yang dianjurkan adalah 2:1 atau 3:1 untuk meningkatkan peluang pembuahan.

Sebelum dipijahkan, induk dipelihara di kolam pematangan selama 2–3 hari tanpa pakan atau dengan pakan minimal, lalu dipindahkan ke bak penampungan air bersih bersuhu 26–28°C. Pemberokan ini mengurangi stres dan mengosongkan saluran pencernaan agar tidak mencemari air pemijahan.

Teknik Pemijahan

Suntikkan hormon ovaprim atau ovaprim analog dengan dosis 0,3–0,5 ml/kg bobot induk pada bagian punggung (intramuskular). Untuk induk betina, suntikan diberikan dua kali dengan selang 6–8 jam; dosis pertama 1/3 bagian, dosis kedua 2/3 bagian. Induk jantan cukup disuntik sekali dengan dosis setengah dari betina.

Setelah suntikan terakhir, induk dimasukkan ke bak pemijahan berisi air bersih dengan suhu 27–28°C dan pH 6,8–7,5. Pasang kakaban atau substrat ijuk di dasar bak sebagai tempat menempel telur. Ovulasi biasanya terjadi 8–12 jam setelah suntikan terakhir. Telur menempel di kakaban dan menetas setelah 18–24 jam pada suhu 28°C.

Perawatan Telur

  • Air bak pemijahan harus bersih dan mengalir tipis (0,5–1 liter/detik).
  • Angkat induk segera setelah bertelur untuk mencegah telur dimakan.
  • Tambahkan methylene blue 1 mg/liter untuk mencegah infeksi jamur.
  • Telur yang membusuk berwarna putih susu dan harus disiphon.

Pendederan Larva

Larva berumur 0–3 hari (belum makan) dipindahkan ke kolam pendederan yang sudah dipupuk dengan kotoran ayam 0,5 kg/m². Setelah kantong kuning telur habis pada hari ke-3, larva diberi pakan alami berupa kutu air (Daphnia) atau rotifera. Kepadatan tebar larva 100–200 ekor/m².

Pada hari ke-7 hingga ke-14, larva dapat diberi pakan buatan halus berprotein 40–45% dengan frekuensi 4–5 kali sehari. Pendederan berlangsung 3–4 minggu hingga benih mencapai ukuran 3–5 cm. Panen dilakukan dengan jaring halus, lalu benih diadaptasi sebelum ditebar ke kolam pembesaran.

Pakan dan Pembesaran

Untuk pembesaran dari 5 cm hingga 250 gram, pakan buatan berbentuk pelet dengan protein 28–32% diberikan 3–4% dari bobot biomassa per hari. Frekuensi pakan 2–3 kali sehari. Padat tebar ideal 3–5 ekor/m² pada kolam tanah, atau 10–15 ekor/m² pada kolam dengan aerasi. Kualitas air dijaga pada suhu 25–30°C, oksigen terlarut minimal 4 mg/liter, dan pH 6,5–7,5.

Pemijahan ikan mas yang berhasil ditentukan oleh seleksi induk yang matang, dosis hormon yang tepat, dan perawatan telur yang bersih. Setelah larva menetas, transisi dari pakan alami ke pakan buatan menjadi fase paling kritis. Dengan mengikuti angka kepadatan, dosis, dan kualitas air di atas, pemula dapat memproduksi benih hingga tahap pembesaran secara konsisten.