Pemijahan ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan titik penentu keberhasilan budidaya. Induk yang berkualitas dan teknik pemijahan yang tepat akan menghasilkan benih dalam jumlah besar dengan tingkat kelulushidupan tinggi. Tanpa manajemen induk yang serius, target produksi benih sulit tercapai meski kolam dan pakan tersedia.
Seleksi dan Persiapan Induk
Induk betina yang siap memijah memiliki ciri perut membuncit, lubang genital kemerahan, dan berat minimal 1,5–2 kg. Induk jantan dipilih dari ikan berumur 1,5–2 tahun dengan ciri bila perut diurut ke arah genital mengeluarkan cairan putih (sperma). Rasio pemijahan yang umum dipakai adalah 1 jantan untuk 2–3 betina.
Sebelum dipijahkan, induk dikarantina 3–5 hari dalam bak dengan air mengalir dan diberi pakan berkadar protein 28–32 persen sebanyak 2–3 persen bobot tubuh per hari. Pemberokan 12–24 jam sebelum pemijahan bertujuan mengosongkan saluran pencernaan dan mengurangi risiko pencemaran media.
Teknik Pemijahan
Ada dua metode yang lazim digunakan pembudidaya: pemijahan alami dan pemijahan semi-buatan dengan rangsangan hormon.
Pemijahan Alami
- Siapkan kolam pemijahan 50–100 m² dengan kedalaman 60–80 cm, dikeringkan dan dikapur 100–200 g/m² dua hari sebelumnya.
- Pasang kakaban (ijuk atau substrat penempel telur) sebanyak 1–2 buah per ekor induk betina.
- Alirkan air secara perlahan untuk merangsang pemijahan; telur menempel pada kakaban dan menetas 24–36 jam pada suhu 26–28°C.
Pemijahan Semi-Buatan
Induk disuntik hormon gonadotropin (GtH) atau ovaprim dengan dosis 0,3–0,5 ml/kg bobot untuk betina dan 0,1–0,2 ml/kg untuk jantan. Penyuntikan dilakukan dua kali, selang 6–8 jam, lalu induk dipasangkan di bak pemijahan. Telur hasil stripping dapat ditetaskan dalam corong penetasan dengan kepadatan 100.000–150.000 butir per liter air.
Perawatan Larva dan Pendederan Awal
Larva menetas tanpa cadangan kuning telur penuh, sehingga pakan alami diberikan sejak hari ketiga berupa rotifera atau kuning telur rebus yang dihaluskan dengan dosis 1 butir per 100.000 ekor per hari. Setelah berumur 7–10 hari, larva dipindahkan ke kolam pendederan yang telah dipupuk dengan pupuk kandang 500 g/m². Benih diberi pakan buatan berprotein 35 persen dengan frekuensi 3–4 kali sehari.
Manajemen Pakan dan Kualitas Air
- Pakan pembesaran: protein 25–30 persen, dosis 3–5 persen bobot tubuh per hari.
- Penggantian air 20–30 persen setiap 3–7 hari untuk menjaga oksigen terlarut di atas 4 mg/L.
- pH optimal 6,5–8,0 dan suhu 25–30°C; hindari fluktuasi mendadak yang memicu stres.
Pemijahan ikan mas yang berhasil bertumpu pada tiga hal: induk sehat dan matang gonad, metode pemijahan yang sesuai skala usaha, serta perawatan larva yang cermat. Dengan mengikuti dosis dan langkah teknis di atas, pembudidaya dapat menekan angka kematian benih dan menghasilkan produksi yang lebih stabil sepanjang siklus pemeliharaan.