Pendederan adalah jembatan kritis antara penetasan telur dan pembesaran ikan mas di kolam produksi. Tahap ini menentukan kualitas benih yang akan dipanen, mulai dari keseragaman ukuran hingga tingkat kelulusan hidup. Tanpa pendederan yang benar, larva berumur sehari yang rapuh bisa mati massal hanya dalam dua-tiga hari pertama.
Persiapan Kolam dan Air untuk Larva
Larva ikan mas yang baru menetas belum memiliki mulut sempurna dan masih menyantap cadangan kuning telur selama 2-3 hari. Setelah kuning telur habis, larva harus segera mendapat pakan alami. Karena itu, kolam pendederan disiapkan 5-7 hari sebelum tebar larva. Ketinggian air awal cukup 30-40 cm, lalu dinaikkan bertahap menjadi 60-80 cm seiring pertumbuhan benih.
Sebelum tebar, kolam dikeringkan, dijemur 2-3 hari, lalu diberi kapur tohor 100-200 gram per meter persegi untuk membunuh patogen dan menstabilkan pH. Pupuk kandang matang 500 gram per meter persegi dan dedak halus 100 gram per meter persegi diberikan untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami. Pastikan pH air berada di kisaran 6,5-8,0 dan suhu 25-30 derajat Celsius.
Padat Tebar dan Pemberian Pakan
Padat tebar larva umur 3-5 hari berkisar 100-200 ekor per meter persegi. Jika terlalu padat, kanibalisme dan persaingan pakan meningkat tajam. Setelah 10-14 hari, benih disortir dan ditebar ulang dengan kepadatan 50-100 ekor per meter persegi untuk mencegah kesenjangan ukuran.
Pakan alami dari plankton diandalkan pada 7 hari pertama. Selanjutnya benih diberi pakan buatan berprotein 38-42 persen berbentuk tepung halus. Frekuensi pemberian 4-5 kali sehari dengan dosis 5-10 persen dari biomassa total. Untuk kolam 100 meter persegi berisi 15.000 ekor benih kecil, kebutuhan pakan sekitar 300-500 gram per hari, dinaikkan perlahan mengikuti pertumbuhan.
- Hari 1-3: larva mengandalkan kuning telur, belum diberi pakan.
- Hari 4-10: pakan alami plus tepung halus 1-2 mm, 4 kali sehari.
- Hari 11-21: pelet remah 0,5-1 mm, dosis 6-8 persen biomassa.
- Hari 22-30: pelet 1-2 mm, dosis 5-6 persen, mulai penyortiran ukuran.
Pengelolaan Kualitas Air dan Sortir Ukuran
Pergantian air dilakukan 20-30 persen setiap 3-4 hari sekali, atau lebih sering jika air keruh dan amoniak meningkat. Aerasi sederhana berupa kincir kecil atau pompa air membantu menjaga oksigen terlarut di atas 5 mg per liter. Penyortiran ukuran dilakukan minimal dua kali selama pendederan, yaitu pada hari ke-14 dan hari ke-25, memakai ayakan bertingkat.
Benih yang sudah mencapai panjang 3-5 cm pada umur 30-40 hari siap disebut benih sebar atau benih ukuran kuku. Pada titik ini, tingkat kelulusan hidup normal berkisar 60-80 persen dari larva awal jika pengelolaan air dan pakan konsisten.
Kesimpulannya, keberhasilan pendederan ikan mas bertumpu pada persiapan kolam yang matang, pakan alami yang cukup di awal, dosis pakan buatan yang tepat, serta sortir ukuran yang disiplin. Ketiga faktor itu menjaga keseragaman benih dan menekan kematian, sehingga benih siap dipindahkan ke kolam pembesaran dengan kualitas terbaik.